Sabtu, 02 Juni 2012

PROPOSAL PENELITIAN PENGARUH AKTIFITAS BELAJAR DI PONDOK PESANTREN


PROPOSAL PENELITIAN
PENGARUH AKTIVITAS BELAJAR DI PONDOK PESANTREN TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM  MATA PELAJARAN AGAMA ISLAM (PAI) DI MA IBADUL GHAFUR
Dibuat Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
 Mata Pelajaran Sosiologi




















                                                            
Dibuat oleh:
Rismawati
XII A

MADRASAH ALIYAH IBADUL GHAFUR RAJADESA
Jl. Tanjungsukur No. 1a Sirnabaya-Rajadesa-Ciamis 46254 No. Telp. (0265)2796014



Lembar Pengesahan

Penelitian berjudul “PENGARUH AKTIVITAS BELAJAR DI PONDOK PESANTREN TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM  MATA PELAJARAN AGAMA ISLAM (PAI) DI MA IBADUL GHAFUR” telah dipertanggungjawabkan dan diterima sebagai salah satu syarat atau tugas mata pelajaran Sosiologi pada semester enam.



Guru Mata Pelajaran,


MAMAL A.J., MSI
NIP.150345092



BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan salah satu aspek yang memiliki nilai urgenitas tinggi bagi kehidupan manusia. Karena pendidikan merupakan proses di mana seseorang dibimbing menuju kesempurnaan dan kebahagiaan hidup. Sebagaimana pendapat Plato (429 SM-346 M), yaitu “Pendidikan itu ialah membantu perkembangan masing-masing dari jasmani dan akal dengan sesuatu yang memungkinkan tercapainya kesempurnaan”.
Selain pendapat Plato tersebuat di atas, berikut ini beberapa penertian pendidikan menurut beberapa ahli:
    • Menurut (UU No. 20 tahun 2003)
“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya, masyarakat bangsa dan negara”
    • Menurut Herbert Spencer (Filosof Inggris, 1830-1903)
“Pendidikan itu ialah menyiapkan seseorang agar dapat menikmati kehidupan yang bahagia”
    • Menurut Langeveld (Belanda)
“Pendidikan adalah bimbingan atau pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa kepada perkembangan anak untuk mencapai kedewasaannya dengan tujuan agar anak cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak dengan bantuan orang lain”
    • Menurut Ki Hajar Dewantara (Indonesia, 1889-1959)
“Pendidikan umumnya berarti daya upaya untuk memajukan budi pekerti (karakter, kekuatan, bathin), pikiran (intelek) dan jasmani anak-anak selaras dengan alam dan masyarakat.”
Dengan demikian pendidikan berarti suatu proses pendewasaan dengan tujuan agar manusia dapat mencapai kesempurnaan dan kebahagiaan hidup. Dimana kesempurnaan dan kebahagiaan hiadup tersebut dapat dilihat dua segi. Pertama, kesempurnaan dan kebahagiaan hidup dilihat dari segi duniawi ialah tercukupinya segala kebutuhan yang bersifat materialis. Kedua, kesempurnaan dan kebahagiaan dilihat dari segi ukhrawi ialah tercapainya ketentraman bathin yang dapat dicapai dengan menjalankan syari’at- syari’at agama. Hal ini selaras dengan salah satu firman Allah SWT. berikut ini:
“Barang siapa yang mengerjakan amal sholeh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik. Dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan” (QS. An Nahl: 97)
Namun, baik duniawi maupun ukhrawi ini dapat dicapai dengan adanya ilmu pengetahuan. Dimana untuk menuntut ilmu tersebut dapat melalui lembaga-lembaga tertentu. Yang mana berdasarkan jalur pendidikan yang ditempuh peserta didik,, pendidikan diklasifikasikan ke dalam tiga macam yaitu formal, non formal dan informal.
Pertama, Pendidikan Formal  yaitu pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi. Jalur pendidikan ini merupakan wahana untuk mencapai kesempurnaan dan kebahagian duniawi.
Kedua, Pendidikan Non Formal yaitu pendidikan yang  paling banyak terdapat pada usia dini, serta pendidikan dasar, adalah TPA, atau Taman Pendidikan Al Quran,yang banyak terdapat di setiap mesjid, pondok Pesntren dan sebagainya. Lembaga-lembaga tersebut di atas merupakan salah satu sarana dan/atau wahana untuk mencapai kesempurnaan hidup dari segi ukhrawi.
 Dan ketiga, Pendidikan Informal yaitu pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab.
Memperhatikan hal tersebut di atas, maka kesempurnaan hadup kan lebih terasa jika dua segi yaitu ukhrawi dan duniawi tercakup semuanya. Sehingga jalur pendidikan yang diambil adalah dua jalur sekaligus, yaitu jalur pendidikan formal dan noon formal.
Akan tetapi yang menjadi permasalahan dewasa ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk melaksanakan pendidikan informal terutama di Pondok Pesantren. Di mana Pondok Pesantren itu merupakan lembaga pendidikan non formal yang proses pembelajarannya lebih menekankan pada pembentukan watak (karakter), sikap dan lebih memicu peserta didik bersikap lebih dewasa dan mandiri. Di samping akan meningkatkan intelektualitas anak. Karena, di Pondok Pesantren (terutama yang modern) dipelajari berbagai bidang ilmu pengetahuan mulai dari ilmu agama sampai ilmu umum sekalipun.
Mengetahui hal tersebut di atas, penulis merasa tertarik untuk meneliti  sampai sejauh mana pengaruh dari aktivitas belajar di Pondok Pesantren terhadap mata Pelajaran Agama Islam (PAI) di Sekolah.
Dengan latar belakang itulah, penulis mencoba menuangkannya dalam penelitian ini, dengan judul “PENGARUH AKTIVITAS BELAJAR DI PONDOK PESANTREN TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM  MATA PELAJARAN AGAMA ISLAM (PAI) DI MA IBADUL GHAFUR”

  1. Rumusan Masalah
Penelitian ini memfokuskan pada aktivitas-aktivitas siswa di Pondok Pesantren dan pengaruhnya terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelaran PAI (Pendidikan Agama Islam) di  MA Ibadul Ghafur. Untuk mempelajari persoalan dimaksud , secara garis besar dapat dirumuskan pada beberapa hal sebagai berikut:
1.  Aktivitas apa saja yang dilakukan oleh siswa/siswi MA Ibadul Ghafur di   Pondok Pesantren?
2.   Bagaimana prestasi siswa yang mengikuti kegiatan belajar di ondok Pesantren  dalam mata pelajaran PAI di MA Ibadul Ghafur?


  1. Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang  dan perumusan masalah  di atas, maka penelitian ini bermaksud menjawab dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sementara oleh penulis di atas. Jadi, spesifikasi tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
                     1.         Untuk mengetahui aktivitasaktivitas belajar siswa MA Ibadul Ghafur di Pondok Pesantren
                     2.         Untuk mengetahui prestasi belajar siswa di MA Ibadul Ghafur
                     3.         Sebagai bahan rekomendasi bagi para pendidik agar melibatkan para peserta didik dalam pendidikan nonformal terutama di Pondok Pesantren
                     4.         Untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajarna Sosiologi
  1. Hipotesis
Tak dapat dipungkiri bahwa adanya aktivitas belajar di Pondok Pesantren berpengaruh terhadap intelektualitas para peserta didik. Hal ini terutama dalam mata pelajaran PAI. Sebab, secara teoritis  “jika kita dihadapkan sesuatu yang hampir sama/serupa maka akan ingat sesuatu yang mirip tersebut” (hukum Persamaan: Aristoteles)
Dengan adanya pembelajaran di Pondok Pesantren di mana yang dipelajari adalah tentang pendalaman agama, maka adanya aktivitas tersebut melahirkan adanya proses pengulangan yang berpengaruh terhadap daya ingat dan intelektualitas peserta didik, sebagaimana Johan Frederich Herbart (1776-1841) yang dikenal dengan Teori Tanggapan, yaitu ”Unsur jiwa yang paling sederhanaadalah tanggapan. Orang yang pandai adalah orang yang mempunyai bayak tanggapan yang tersimpan dalam otaknya. Jadi, belajar adalah memasukan tanggapan sebanyak-banyaknya, berulang-ulang, da sejelas-jelasnya. Maka inti dari belajar mengulang ”
Dengan demikian, pendidikan atau aktivitas belajar di Pondok Pesantren berpengaruh terhadap prestasi siswa dalam mata pelajaran PAI. . Karena aktivitas belajar di Pondok pesantren merupakan proses pengulangan.
Sementara itu, siswa MA Ibadul Ghafur diklasifikasikan menjadi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran di Pondok Pesantren dan kelompok yang tidak mengikuti pembelajaran di Pondok Pesantren.
Memperhatikan hal tersebut di atas, maka penulis memilih meneliti sampai sejauh mana pengaruh dari aktivitas-aktivitas belajar di Pondok Pesantren terhadap mata pelajaran PAI di Sekolah. Oleh karena itu, berdasarkan teori-teori tersebut maka hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah “Adanya Aktivitas Belajar di Pondok Pesantren berpengaruh terhadap Prestasi Mata Pelajaran PAI di Sekolah”



BAB II
METODE PENELITIAN

  1. Lokasi dan Waktu Penelitian
Dalam peyusunan penelitian ini penulis melakukan penelitian di MA Ibadul Ghafur di mana penulis mengambil data-data yang ada hubungannya dengan permasalahan. Adapun waktu pelaksanaannya yaitu pada semester II tahun ajaran 2009-2010.
  1. Menentukan Populasi dan Sampel
                         1.         Populasi
Adapun populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X, XI dan XII sebanyak 43 orang siswa/siswi MA Ibadul Ghafur Rajadesa, Kabupaten Ciamis tahun ajaran 2009/2010.
                         2.         Sample
Untuk menentukan jumlah sample dari penelitian ini, penulis mengambil rujukann dari pendapat Suharsini Arikunto (1993 :107) yang menyebutkan sebagai berikut : “Untuk ancer-ancer, apabila subjeknya kurang dari 100, maka lebih baik diambil antara 10%-15% atau 20% - 25 % atau lebih.”
Dengan demikian, untuk sample dapat dilihat dalam tabel berikut ini:

NO
POPULASI SISWA PESANTREN
JUMLAH SAMPEL
1
Putera   = 16 orang
16 x 100%  = 16 orang
2
Puteri    = 27 orang
27 x 100%  = 27 orang
Jumlah            : 43 orang
43 orang

  1. Tekhnik Pengumpulan Data
    1. Metode Penelitian
Dalam penelitian inni, metode yang digunakan adalah metode deskriptif  yaitu “metode penyelidikan yang bertujuan pada pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang” Winarmo Surakhwad (1972:131)
    1. Tekhnik Pengumpulan Data
Tekhnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
                                                     1.         Observasi
 Yaitu mengadakan pengamatan langsung ke ;lokasi penelitian dengan dua cara, yaitu : pertama, observasi partisipasi, yaitu pengambilan data pengambilan data denagn cara peneliti langsung terjun di Pondok Pesantren. Kedua, wawancara, yaitu tekhnik pengambilan data di mana peneliti bertanya langsung terhadap beberapa orang di antaranya:
·         Kepala MA Ibadul Ghafur Rajadesa
·         Guru PAI (Qur’an Hadist, Fiqih dan Aqidah Akhlak) kelas X, XI dan XII MA Ibadul Ghafur Rajadesa
                                                     2.         Kuesioner
Yaitu menyebarkan sejumlah pertanyaan yang disusun penulis yang diberikan kepada responden.

BAB III
PENUTUPAN

Demikian proposal penelitian ini dibuat sebagai bahan acuan dalam proses penelitian nanti. Besar harapan penulis akan partisipasi dan dorongan dari berbagai pihak demi kelancaran dan kesuksesan penelitian nanti. Semoga semua yang kita lakukan tetap berada dalam naungan dan maghfiroh-Nya.

Lampiran 1

Jadwal Penelitian



No
Waktu

Jenis Kegiatan
Bulan Ke-
1
2
3
I
II
III
IV
I
II
III
IV
I
II
III
IV
1.       
Pembuatan proposal




         







2.       
Pemantapan Instrumen Penelitian












3.       
Pengumpulan Data













a. Data Primer













B. Data Sekunder












4.       
Pengolahan Data












5.       
Penyusunan Laporan












6.       
Penyerahan Laporan















Lampiran 2

LEMBAR EVALUASI OBSERVASI PARTISIPASI
Nama Ponpes  :___________________
Waktu                         :___________________

NO
KRITERIA
SB
B
C
K
SK
1
Proses belajar mengajar





2
Sarana pembelajaran





3
Keaktifan siswa





4
Kehadiran siswa





5
Tekhnik pembelajaran





6
Aktivitas umum siswa








Keterangan :
SB       : Sangat Baik
B         : Baik
C         : Cukup
K         : Kurang
SK       : Sangat Kurang

Lampiran 3
Daftar Pertanyaan Wawancara
(untuk Kepala dan Guru PAI di MA Ibadul Ghafur)

  1. Menurut Anda, bagaimana sikap dan perilaku peserta didik yang mengikuti pembelajaran di Ponpes sekaligus sekolah ?
  2. Bagaimana keaktifan siswa/siswi tersebut ?
  3. Bagaimana kehadiran mereka dalam kegiatan KBM?
  4. Bagaimana dengan prestasi mereka?
  5. Prestasi-prestasi apa saja yang pernah mereka raih?
  6. Bagaimana dengan peran dan fungsi mereka di Sekolah?
  7. Mengetahui hal demikian, bagaimana pandangan Anda tentang peserta didik yang mengikuti pembeljaran di Sekolah dan Pesantren?
  8. Apa

Lampiran 4

Lembar Kuesioner
  1. Kapan Anda masuk Pesantren?
    • Pada saat masuk sekolah
    • Sebelum masuk sekolah
    • …………………………..
  2. Apa alasan Anda masuk pesantren?
·         Ingin memperdalam ilmu Agama
·         Agar lebih dekat ke lokasi sekolah?
·         ………………………………….
  1. Di antara statement berikut, manakah yang paling sesuai dengan Anda?
·         Sekolah sambil mesantren
·         Mesantren sambil sekolah
·         Sekolah ya sekolah, mesantren ya mesantren
  1. Pelajaran apa yang oaling Anda sukai di Pesantren?
·         Fikih
·         Tauhid/akidah
·         Alat
·         ………………
  1.  Berapa lama rata-rata setiap harinya Anda belajar pelajaran sekolah di Pesantren?
·         15 menit
·         30 menit
·         1 jam
·         …………
  1. Berapa lama rata-rata anda menghafal pelajaran sekolah di rumah?
·         15 menit
·         30 menit
·         1 jam
·         …………
  1. Di antara pesantren dan rumah, manakah tempat yang paling enak untuk menghafal?
·         Pesantren
·         Rumah
·         Kedua-keduanya
·         Bukan kedua-keduanya
  1. Berapa lama rata-rata Anda belajar mengaji di Pesantren ?
·         15 menit
·         1 jam
·         ..................
  1. Apa yang menyebabkan Anda lebih suka belajar di rumah/pesantren? _______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
  1. Bagaimana keseluruhan aktivitas Anda di rumah?
·         Baik
·         Buruk
·         Cukup
  1. Bagaimana pula keseluruhan aktivitas Anda di Pesantren?
·         Baik
·         Buruk
·         Cukup



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar